seni calung

Minggu, 28 Februari 2016

sarana prasarana kabupaten kuningan jawa barat

Sarana Prasarana

  • Jalan Darat
Total jalan darat di Kabupaten Kuningan adalah sepanjang 446,10 Km
  • Listrik
Jumlah pelanggan yang telah terdaftar hingga tahun 2002 adalah sebanyak 773.747 pelanggan (Unit Pelayanan Cirebon)
  • Telekomunikasi
Pelanggan PT. Telkom untuk daerah Kabupaten Kuningan masuk ke dalam Kandatel Cirebon yakni sebanyak 1.202 pelanggan (Tahun 2002)
  • Sarana Kesehatan
  1. Rumah sakit terdapat 6 buah, 1 milik Pemda dan 5 milik swasta
  2. Puskesmas Pembantu = 70 buah
  1. Puskesmas = 28 buah
  2. Puskesmas dengan fasilitas tempat perawatan = 6 buah
  3. Balai pengobatan swasta = 33 buah
  • Pos Pelayanan Terpadu
  1. 762 Pos Pelayanan Terpadu pratama
  2. 467 Pos Pelayanan Terpadu madya
  3. 89 Pos Pelayanan Terpadu purnama
  4. 7 Pos Pelayanan Terpadu mandiri
  • Tenaga Kesehatan
  1. Dokter umum 54 orang dan dokter spesialis 43 orang
  2. Dokter gigi 19 orang
  3. Bidan yang ada terdapat 321 orang bidan
  • Sarana dan Prasarana Pendidikan
  1. Taman Kanak-Kanak : 211 buah
  2. Sekolah Dasar : 685 buah
  3. Sekolah Menengah Pertama : 88 buah
  4. Sekolah Menengah Umum 27 buah
  5. Sekolah Menengah Kejuruan : 31 buah
  • Hotel
  1. Hotel Berbintang : 3 buah
  2. Hotel Non Berbintang : 35 buah
  • Bank
  1. Bank Pemerintah : 5 buah
  2. Bank Swasta : 7 buah
  3. Bank Pembangunan Daerah : 1 buah
  4. Bank Perkreditan Rakyat : 8 buah

Seni budaya kabupaten Kuningan Jawa Barat

Seni Budaya di Kabupaten Kuningan Jawa Barat

1. Nama Kegiatan : Sapton dan Panahan Tradisional Penyelenggara : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lokasi : Kuningan Synopsis Kegiatan : Secara etimologi dan historis, bahwa kegiatan Sapton dan Panahan Tradisional adalah acara rutin setiap hari sabtu setelah kegiatan serba raga (sidang) yang dilaksanakan disekitar istana kerajaan Kajene (Kuningan) dan mempunyai makna yang dalam seperti heroisme, ketangkasan berkuda dan panahan dalam bela negara serta kebersamaan antara pemerintah dengan rakyatnya. Dalam upaya promosi kepariwisataan daerah dan pelestarian nilai-nilai budaya tradisional daerah serta memeriahkan hari jadi Kuningan, setiap tahun pada bulan September diselenggarakan Saptonan dan Panahan Tradisional.
2. Nama Kegiatan : Seren Taun Penyelenggara : Paseban Tripanca Tunggal (P. Djati Kusuma) Lokasi : Cigugur-Kuningan Synopsis Kegiatan : Upacara Seren taun merupakan upacara masyarakat agararis adalah penyerahan hasil panen yang diterima pada tahun yang akan berlalu serta salah satu media dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diterima seiring dengan harapan agar dimasa yang akan datang, hasil panen seluruh anggota masyarakat dapat lebih melimpah lagi. Penyelenggaraan dimulai dengan upacara ngajayuk (menyambut) pada tanggal 18 Rayagung, kemudian dilanjutkan pada tanggal 22 Rayagung dengan upacara pembukaan padi sebagai puncak acara, dengan disertai beberapa kesenian tradisional masyarakat agraris sunda tempo dulu, seperti ronggeng gunung, seni klasik tarawangsa, gending karesmen, tari bedaya, upacara adat ngareremokeun dari masyarakat kanenes baduy, goong renteng, tari buyung, angkulung buncis doodog lonjor, reog, kacapi suling dan lain-lain yang mempunyai makna dan arti tersendiri, khususnya bagi masyarakat sunda.
3. Nama Kegiatan : Kawin Cai Penyelenggara : Desa Babakanmulya dan Desa Maniskidul Lokasi : Jalaksana-Kuningan Synopsis Kegiatan : Upacara Adat Kawin Cai merupakan tradisi masyarakat Desa Babakanmulya Kecamatan Jalakasana Kabupaten Kuningan untuk memohon air/turun hujan untuk mengairi lahan pertaniannya serta kebutuhan hidup lainnya, dilaksanakan apabila terjadi kemarau panjang atau sangat sulit untuk mendapat air antar bulan September, dengan mengambil lokasi searah intinya disumber mata air telaga balong Tirta Yarta pada malam Jum`at Kliwon yang pada pelaksanaannya selain dihadiri dan diikuti oleh pamong desa. Tokoh masyarakat dan masyarakat desa setempat juga oleh masyarakat desa tetangga yang lahan pertaniannya terairi atau memanfaatkan air yang berasal dari sumber mata air telaga/ Balong Dalem Tirta Yarta. Selesai berdo`a punduh/sesepuh desa mencampurkan air yang diambil dari mata air telaga/ Balong Dalem Tirta Yarta dengan air yang diambil dari mata air Cikembulan (Cibulan), inilah istilah yang dipakai masyarakat sebagai Upacara Adat Kawin Cai yang intinya mengambil barokah air dari dua sumber mata air.
4. Nama Kegiatan : Pesta Dadung Penyelenggara : Desa Legokherang Lokasi : Cilebak-Kuningan Synopsis Kegiatan : Seperti lazimnya kesenian tradisional lainnya kesenian ini tumbuh dan berkembang secara turun temurun sejak abad ke XVIII. Kesenian ini lahir di kalangan Budak Angon (Pengembala) yang intinya mengadakan syukuran setelah panen menjelang musim tanam tiba, sekitar bulan September. Dikatakan “Pesta Dadung” karena media yang digunakan dalam upacara yang sakral tersebut menggunakan Dadung (tali pengikat leher Kerbau atau Sapi).
5. Nama Kegiatan : Sintren Penyelenggara : LS. Dewi Supraba Pimp. DU. Sahrudin Lokasi : Cibingbin-Kuningan Synopsis Kegiatan : Sintren adalah jenis kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun sejak ± tahun 1957. sintren berasal dari kata “ Sasantrian “ yang pada mulanya kesenian ini adalah merupakan seni hiburan rakyat yang sering di tampilkan pada sore hari sambil melepas lelah setelah seharian bekerja keras di sawah. Pada pertunjukannya peran sintren harus dibawakan oleh seorang gadis yang masih suci (belum adil balig). Begitu pula dengan pawang sintren tidak boleh diperankan oleh orang sembarangan, akan tetapi harus dibawakan oleh sesepuh semacam kiyai sehingga peran sintren yang sudah di ikat dalam kurungan akan dapat berubah memakai pakaian sintren dalam keadaan “Transparan”.
6. Nama Kegiatan : Cingcowong Penyelenggara : Pimp. Narwita Lokasi : Luragung-Kuningan Synopsis Kegiatan : Cingcowong adalah salah satu Upacara ritual untuk meminta hujan (zaman dulu)upacara in dilakukan pada saat musim kemarau panjang ± 3 bulan tardisi awal Cingcowong atau uapacara ritual ini dipercayi oleh masyarakat khususnya Kecamatan Luragung setiap datag kemarau upacara ritual Cingcowong selalu dilaksanakan agar lahan pertanian mereka terhindar dari kemarau dan turrun hujan.
JENIS SENI BUDAYA TRADISIONAL LOKASI Cingcowong,Upacara minta hujan Kecamatan Luragung Sintren Kecamatan Cibingbin Goong Renteng Kelurahan Sukamulya Tari Buyung & Seren Taun Kecamatan Cigugur Tayuban Kecamatan Ciniru Pesta Dadung Kecamatan Subang Gembyung Terbangan – Sandiwara Rakyat – Wayang Golek – Kuda Lumping – Reog Desa Cengal Calung – Tradisi Kawin Cai Kecamatan Jalaksana MAKANAN KHAS Keripik Gadung Emping Tangkil/Melinjo Peuyeum Ketan Angling Wajit Subang Leupeut Koecang Hucap (Kupat tahu kecap) Gemblong

Topografi dan Demografi kabupaten kuningan

 Topografi Dan demografi Kabupaten Kuningan.

Topografi

Permukaan tanah Kabupaten Kuningan relatif datar dengan variasi berbukit-bukit terutama Kuningan bagian Barat dan bagian Selatan yang mempunyai ketinggian berkisar 700 meter di atas permukaan laut, sampai ke dataran yang agak rendah seperti wilayah Kuningan bagian Timur dengan ketinggian antara 120 meter sampai dengan 222 meter di atas permukaan laut.
Tabel Elevasi ketinggian tanah wilayah Kabupaten Kuningan
No Ketinggian (dpl) Luas (Ha) Luas (%)
1 < 150 25.394,677 21,24
2 150-1.500 91.297,631 76,35
3 > 1.500 2.878,812 2,41
Ketinggian di suatu tempat mempunyai pengaruh terhadap suhu udara, oleh sebab itu ketinggian merupakan salah saru faktor yang menentukan dalam pola penggunaan lahan untuk pertanian, karena setiap jenis tanaman menghendaki suhu tertentu sesuai dengan karakteristik tanaman yang bersangkutan.
Kemiringan tanah yang dimiliki Kabupaten Kuningan terdiri dari : dataran rendah, dataran tinggi, perbukitan, lereng, lembah dan pegunungan. Karakter tersebut memiliki bentang alam yang cukup indah dan udara yang sejuk, sangat potensial bagi pengembangan pariwisata.
Tabel Luas kemiringan tanah Kabupaten Kuningan
No Kemiringan (%) Luas (Ha) Luas (%)
1 0 - 8 61.803,849 51,69
2 8 - 15 24.924,035 20,84
3 15 - 25 18.437,778 15,42
4 25 - 40 10.583,776 8,85
5 > 40 3.821,682 3,20
Sebagian besar tekstur tanah termasuk kedalaman tekstur sedang dan sebagian kecil termasuk tekstur halus. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tingkat kepekaan yang rendah dan sebagian kecil sangat tinggi terhadap erosi.
Tingkat kepekaan terhadap erosi disebabkan ketidaksesuaian antara penggunaan tanah dengan kemampuannya sehingga berakibat rusaknya proses fisika, kimia dan biologi tanah tersebut. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap besar kecilnya intensitas tingkat kepekatan terhadap terhadap erosi adalah faktor : lereng, sistem penggarapan, pengolahan tanah, jenis tanah dan prosentase penutup tanah.
Tingkat kepekaan erosi di Kabupaten Kuningan diklasifikasikan menjadi lima kelas, yaitu :
  • Sangat Peka : 14.258,42 Ha
  • Peka : 17.568,96 Ha
  • Agak Peka : 20.473,43 Ha
  • Kurang Peka : 21.845,69 Ha

    Demografi

    Penduduk Kabupaten Kuningan Tahun 2010 Menurut Hasil Suseda sebanyak 1.122.376 orang dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 0,48% pertahun dan Angka Harapan Hidup (AHH) 70,76 tahun. Penduduk laki-laki sebanyak 580.796 orang dan penduduk perempuan sebanyak 564.801 orang dengan sex ratio sebesar 99,3 % artinya jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding penduduk laki-laki. Diperkirakan hampir 25% penduduk Kuningan bersifat comuter, mereka banyak yang bermigrasi ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan sebagainya.
    Penduduk Kuningan umumnya menggunakan bahasa Sunda dialek Kuningan. Mayoritas Penduduk Kuningan beragama Islam sekitar 98% (di daerah desa Manislor terdapat komunitas penduduk yang menganut aliran Ahmadiyah), lainnnya beragama Kristen Katolik yang tersebar di wilayah Cigugur, Cisantana, Citangtu, Cibunut, sedangkan sisanya beragama Protestan dan Budha yang kebanyakan terdapat di kota Kuningan. Di wilayah Cigugur juga terdapat penduduk yang menganut aliran kepercayaan yang disebut Aliran Jawa Sunda.
    Sebagain besar penduduk kabupaten Kuningan bermatapencaharian sebagai petani (petani penggarap dan buruh tani), dan lainnya bekerja sebagai Pedagang, Pegawai negeri Sipil, TNI, Polisi, Wiraswasta dan sebagainya.
    Angka beban tanggungan (Dependency Ratio) Kabupaten Kuningan tahun 2007 kondisinya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu mencapai angka 50,00. Angka beban tanggungan (ABT) merupakan perbandngan antara penduduk yang belum/tidak produktif (usia 0 - 14 Tahun dan usia 65 tahu ke atas) dibanding dengan penduduk usia produktif (usia 15 - 64 tahun), berarti pada tahun 2007 setiap 100 penduduk usia produktif di Kabupaten Kuningan menanggung sebanyak 50 penduduk usia belum/tidak produktif. Untuk lebih lengkapnya data penduduk serta beberapa informasi demografi kami sajikan dalam tabel di bawah ini.
    No Informasi Demografi 2005 2006 2007
    1 Jumlah Penduduk



    Total 1.069.448 1.089.620 1.102.354

    Laki-laki 534.415 542.645 549.118

    Perempuan 535.033 546.975 553.236
    2 Laju Pertumbuhan Penduduk 2,80 1,89 1,17
    3 Sex Ratio 99,8 99,2 99,3
    4 Komposisi Umur



    0 - 14 287.231 287.962 280.119

    15 - 54 714.032 726.846 734.830

    65+ 68.185 74.812 87.405
    5 Angka Beban Tanggungan 0,50 0,49 0,50
  • Tidak Peka : 36.307,00 Ha

sejarah kuningan jawa barat pada masa islam

Sejarah Kuningan pada Masa Islam

Sejarah Kuningan pada masa Islam tidak lepas dari pengaruh kesultanan Cirebon. Pada tahun 1470 masehi datang ke Cirebon seorang ulama besar agama Islam yaitu Syeh Syarif Hidayatullah putra Syarif Abdullah dan ibunya Rara Santang atau Syarifah Modaim putra Prabu Siliwangi. Syarif Hidayatullah adalah murid Sayid Rahmat yang lebih dikenal dengan nama Sunan Ampel yang memimpin daerah ampeldenta di Surabaya. Kemudian Syeh Syarif Hidayatullah ditugaskan oleh Sunan Ampel untuk menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Barat, dan mula-mula tiba di Cirebon yang pada waktu Kepala Pemerintahan Cirebon dipegang oleh Haji Doel Iman. Pada waktu 1479 masehi Haji Doel Iman berkenan menyerahkan pimpinan pemerintahan kepada Syeh Syarif Hidayatullah setelah menikah dengan putrinya. Karena terdorong oleh hasrat ingin menyebarkan agama Islam, pada tahun 1481 Masehi Syeh Syarif Hidayatullah berangkat ke daerah Luragung, Kuningan yang masuk wilayah Cirebon Selatan yang pada waktu itu dipimpin oleh Ki Gedeng Luragung yang bersaudara dengan Ki Gedeng Kasmaya dari Cirebon, selanjutnya Ki Gedeng Luragung memeluk agama Islam.
Pada waktu Syeh Syarif Hidayatullah di Luragung, Kuningan, datanglah Ratu Ontin Nio istrinya dalam keadaan hamil dari negeri Cina (bergelar: Ratu Rara Sumanding) ke Luragung, Kuningan, dari Ratu Ontin Nio alias Ratu Lara Sumanding lahir seorang putra yang tampan dan gagah yang diberi nama Pangeran Kuningan. setelah dari Luragung, Kuningan, Syeh Syarif Hidayatullah dengan rombongan menuju tempat tinggal Ki Gendeng Kuningan di Winduherang, dan menitipkan Pangeran Kuningan yang masih kecil kepada Ki Gendeng Kuningan agar disusui oleh istri Ki Gendeng Kuningan, karena waktu itu Ki Gendeng Kuningan mempunyai putera yang sebaya dengan Pangeran Kuningan namanya Amung Gegetuning Ati yang oleh Syeh Syarif Hidayatullah diganti namanya menjadi Pangeran Arya Kamuning serta dia memberikan amanat bahwa kelak dimana Pangeran Kuningan sudah dewasa akan dinobatkan menjadi Adipati Kuningan.
Setelah Pangeran Kuningandan Pangeran Arya Kamuning tumbuh dewasa, diperkirakan tepatnya pada bulan Muharam tanggal 1 September 1498 Masehi, Pangeran Kuningan dilantik menjadi kepala pemerintahan dengan gelar Pangeran Arya Adipati Kuningan (Adipati Kuningan) dan dibantu oleh Arya Kamuning. Maka sejak itulah dinyatakan sebagai titik tolak terbentuknya pemerintahan Kuningan yang selanjutnya ditetapkan menjadi tanggal hari jadi Kuningan
Masuknya Agama Islam ke Kuningan nampak dari munculnya tokoh-tokoh pemimpin Kuningan yang berasal atau mempunyai latar belakang agama. Sebut saja Syekh Maulana Akbar saudara kandung Syekh Datuk Kahfi, yang akhirnya menikahkan putranya, bernama Syekh Maulana Arifin saudara sepupu Pangeran Panjunan, dengan Nyai Ratu Selawati penguasa Kuningan waktu itu putri Pangeran Surawisesa cucu Prabu Siliwangi yang juga menantu Prabu Langlangbuana. Hal ini menandai peralihan kekuasaan dari Hindu ke Islam yang memang berjalan dengan damai melalui ikatan perkawinan. Waktu itu di Kuningan muncul pedukuhan-pedukuhan yang bermula dari pembukaan-pembukaan pondok pesantren, seperti Pesantren Sidapurna (menuju kesempurnaan), Syekh Rama Ireng (Balong Darma). Termasuk juga diantaranya pesantren Lengkong oleh Haji Hasan Maulani.

kuliner kota kuningan


 Kuliner Lezat Ala Kuningan

Bukan hanya tempat wisatanya saja yang asik untuk dikunjungi saat berlibur di Kuningan, tetapi kurang lengkap apabila tidak bergoyang lidah menikmati lezatnya kuliner di Kuningan yang patut direkomendasikan.

Nasi Kasreng. Keunikan, cita rasa dan atmosfer saat menyantap hidangan sangat beragam dan menggoda. Seperti salah satu makanan khas Kabupaten Kuningan yakni Nasi Kasreng, terletak di Jalan Raya Luragung, Cibingbin. Makanan sederhana ala petani yang mulai disuguhkan kepada masyarakat luar ini kian poluler di Kuningan.

Warung-warung yang berjajar di wilayah Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan menjajakan panganan sederhana yang sudah mengalami perubahan pelengkap suguhan tanpa menghilangkan khasnya menjadi salah satu makanan primadona. Atmosfer alam persawahan, udara nan sejuk berpadu dengan nikmatnya cita rasa makanan bermacam macam lauk pauk, diantaranya goreng ikan paray, pepes ikan, sambel, lalapan, gorengan, rebon dan lainnya akan membawa kenikmatan yang menggoda.

Tapai Ketan Kuningan. Meskipun namanya lebih dikenal tapai ketan kuningan, namun tapai ketan sendiri sudah menjadi makanan tradisional di sejumlah daerah tetangganya. Seperti Cirebon, Indramayu, maupun Majalengka.

Tapai ketan ini memang lebih dikenal sebagai oleh-oleh khas dari Kuningan, terutama bagi para wisatawan yang berlibur ke Kuningan bisa main dan membeli oleh produsennya langsung di Jalan Raya Cigugur.

Terbuat dari beras ketan putih yang dimasak dan dibungkus dengan daun serta ditaburi ragi sehingga menjadi sebuah tapai ketan yang lezat dan legit dengan dibuat melalui proses fermentasi atau peragian. Jika di daerah lain tapa ketan kuningan tampil dalam kemasan daun jambu air.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Sri Lestari sedang membuat tapai ketan ember saat ditemui di rumahnya yang berada di kawasan sentra oleh-oleh Desa Wisata Cigugur, Kuningan
Selain itu tapai ketan Kuningan menggunakan bahan tambahan yang alami, yakni daun katuk. Daun katuk membuat tapai ketan tampil dengan warna hijau muda dan tak gampang berair. Sementara daun jambu air selain berfungsi sebagai pembungkus juga sebagai pencipta aroma alami.

Hucap. Tahu Kecap atau lebih dikenal dengan sebutan Hucap yang bisa didapatkan di warung Mak Iroh, Jalan Dewi Sartika. makanan tradisional khas Kuningan ini mungkin semacam Ketoprak atau Kupat Tahu. Namun sedikit berbeda dalam hal rasa dan penyajiannya. Makanan ini terbuat dari bahan dasar seperti tahu goreng, bumbu kecap, kuah kacang dan kupat.

Rasa yang sedikit lebih manis berasal dari kecapnya, tercampur bumbu kacang yang kental dengan potongan kupat dan ada yang dikombinasikan dengan tauge menjadi makanan murah tetapi kaya rasa.

Sop Buntut Bakar. Di Saung Lesehan Kuningan, Jalan Raya Kuningan – Cirebon, Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana ini menjadi satu rekomendasi makanan favorit di Kuningan. Sop Buntut Bakar yang berasa gurih berpadu dengan manis disiram dengan kuah kaldu sungguh nikmat rasanya.
KOMPAS/RINI KUSTIASIH Badra (65), pemandu wisata di Kompleks Wisata Air Sumur Tujuh Cibulan di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, beberapa waktu lalu menunjukkan salah satu mata air yang oleh warga setempat disebut sumur, yang bersumber dari akar pepohonan.
Atmosfer saung-saung terbuat dari bambu yang berdiri di atas kolam-kolam ikan diwarnai dengan pepohonan rindang nan hijau yang membawa kesejukan saat santap makan, menjadi lebih nikmat terasa.

Tahu Kopeci. Tahu Kopeci atau Tahu Lumping ini biasa dapat ditemukan di Jalan Veteran Jagabaya. Di sepanjang jalan ini kedai-kedai kecil menjajakan Tahu Kopeci di sisi jalan yang sangat ramai apabila minggu akhir tiba.

Tampak luar memang Tahu Kopeci seperti layaknya tahu biasa. Namun ketika digigit, tahu ini bisa terasa kekhasannya. Gurihnya rasa tahu dan berisi padat tidak seperti tahu pong, menjadi salah satu kekhasan dari Tahu Kopeci ini.

wisata air terjun di kuningan jawa barat



4 Air Terjun Wisata di Kuningan Jawa Barat


Tempat wisata di Kuningan mungkin kurang populer bagi sebagian orang karena Kuningan bukan salah satu tujuan wisata seperti Bali atau Lombok, tetapi berkunjung ke Kuningan belum lengkap apabila tidak mengunjungi tempat wisatanya.
Air terjun merupakan salah satu tempat wisata di Kuningan yang bisa anda kunjungi, sedikitnya ada 4 air terjun atau curug yang saya ketahui untuk bisa dijadikan sebagai tujuan wisata anda di Kuningan. Berikut ini air terjun wisata di Kuningan yang bisa anda kunjungi bersama teman maupun keluarga.

1. Curug Bangkong

Curug Bangkong merupakan tempat wisata di Kuningan yang lokasinya berada di Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, lokasinya berada tidak jauh dari objek wisata Waduk Darma, sehingga ketika anda berwisata ke Curug Bangkong anda juga bisa mengunjungi waduk darma maupun sebaliknya.

2. Curug Putri

Air terjun di Kuningan selanjutnya adalah Curug Putri yang terletak di kawasan bumi perkemahan Palutungan di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, tingginya sekitar 20 meter. Dari pusat Kota Kuningan air terjun ini berjarak sekitar 10 km, dapat dicapai dengan waktu tempuh 15-30 menit menggunakan kendaraan.

3. Curug Sidomba

Curug Sidomba lokasinya berada di Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana, Kuningan, terletak di kawasan bumi perkemahan Sidomba. Dibandingkan Curug lainnya yang memiliki ketinggian berpuluh-puluh meter curug Sidomba tidak terlalu tinggi hanya 3 meter saja tingginya dan bentuknya pun seperti sengaja dibuat.

4. Curug di Lembah Cilengkrang

Lembah CIlengkrang merupakan salah satu tempat wisata alam di Kuningan yang terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, lokasinya berada di Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan. Di tempat ini anda bisa menikmati pemandangan keindahan alam yang sejuk, camping ground, air panas dan tentunya yang utama adalah air terjun.
Terdapat dua air terjun di Lembah Cilengkrang yang bisa anda nikmati, curug pertama lokasinya mudah dijangkau sedangkan curug ke dua jauh lebih sulit untuk anda jangkau dibandingkan curug pertama. Untuk menuju ke lokasi air terjun dari lokasi pembelian tiket, anda harus berjalan kaki menyusuri lembah, menyeberangi sungai hingga sampai di lokasi air terjun lembah cilengkrang.

Taman purbakala cipari kuningan

Taman Purbakala Cipari Kuningan

Seingat saya situ megalitikum Taman Purbakala Cipari Kuningan tidak masuk ke dalam daftar kunjung, namun supir mobil sewaan yang membawa kami sampai ke tempat itu. Memang hampir selalu ada saja satu dua kejutan menyenangkan ketika berkunjung ke suatu daerah, karena tidak semua tempat sudah bisa diketahui sebelumnya.
Seorang pejalan akan merasa sangat beruntung ketika diantar dan ditemani oleh supir setempat yang memahami benar apa yang diinginkan oleh penumpangnya. Namun tak jarang pula apa yang dicari justru terlewatkan atau tak diketemukan. Kunjungan tak terencana seperti ke Taman Purbakala Cipari Kuningan menjadi bonus yang menyenangkan.
Area parkir Taman Purbakala Cipari Kuningan boleh dikatakan lumayan luas, dengan warung dan rumah penduduk agak sedikit jauh di sisi sebelah kanannya. Pepohonan besar dan rimbun terlihat berada di bagian sebelah kiri yang juga merupakan halaman depan situs purbakala ini. Tak ada penjaga di sana, mungkin karena bukan akhir pekan.
taman purbakala cipari kuningan
Batu penanda nama yang berada di sudut sebelah kanan gerbang masuk ke Situs Taman Purbakala Cipari Kuningan berbunyi “Site Museum Taman Purbakala Cipari Kabupaten Kuningan”. Taman Purbakala Cipari adalah situs peninggalan komunitas masyarakat purba yang diperkirakan hidup pada jaman megalitikum di daerah yang disebut Paparan Sunda.
Sebelum terendam air laut yang kebanyakan kurang dari 50 meter, dan terpisah-pisah yang terjadi sekitar 10.000 tahun yang lalu, pulau-pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Madura, Bali dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya adalah berupa sebuah daratan utuh. Daratan yang dikenal sebagai Paparan Sunda, meliputi area seluas 1,85 juta km2.
Gerbang masuk Taman Purbakala Cipari Kuningan dibuat dari susunan batu tipis yang ditata rapi. Tugu tanpa tulisan tampak diletakkan di tengah-tengahnya, dikelilingi susunan batu kuno dalam posisi tegak serta batu menhir di kiri kanan gerbang. Sesuai namanya, Jaman Batu, maka kehidupan masa itu berputar sekitar budaya batu.
Tanah Taman Purbakala Cipari ini sebelumnya milik Wijaya serta milik beberapa warga lainnya. Pada 1971 Wijaya menemukan batuan di tanahnya ini yang mirip batuan yang pernah di pamerkan di Paseban Tri Panca Tunggal. Penggalian pendahuluan oleh Djati Kusuma menghasilkan temuan peti kubur batu, kapak batu, gelang batu dan gerabah.
taman purbakala cipari kuningan
Menhir berukuran sangat besar, dengan lekuk yang meyerupai urat-urat yang kokoh, berada di bagian sebelah kiri Taman Purbakala Cipari. Menhir biasanya diletakkan di tempat tinggi untuk menghormati orang mati maupun yang hidup. Menhir dipercaya sebagai medium penghormatan dan tempat singgah roh nenek moyang ketika mereka datang.
Susunan batu purba tersebar di ruangan terbuka Taman Purbakala Cipari Kuningan. Menhir berbagai ukuran dan bentuk juga ada banyak. Di ujung kanan terdapat altar batu berundak dengan Menhir besar di tengahnya, tempat upacara pemujaan arwah nenek moyang. Di tempat itu juga ada Dolmen, meja batu tempat pemujaan dan tempat menyimpan sesaji.
Satu hal yang menyulitkan pengunjung adalah ketiadaan tulisan di Taman Purbakala Cipari yang memberi penjelasan tentang masing-masing temuan purbakala yang berada di taman. Tanpa tulisan itu, benda-benda koleksi Taman Purbakala Cipari yang berada di taman menjadi kurang bermakna ketika tidak ada pemandu wisata yang bisa menemani.
taman purbakala cipari kuningan
Susunan batu tipis melingkar terlihat di latar belakang, serta sebuah area berbentuk lingkaran dengan batu dakon di tengah-tengahnya. Susunan batu berbentuk lingkaran itu disebut sebagai Batu Temu Gelang, yang diduga merupakan tempat upacara untuk menghormati arwah nenek moyang, serta tempat upacara dan musyawarah warga.
Peti kubur batu ada di bagian tengah Taman Purbakala Cipari Kuningan. Di dalam dan di sekitar peti kubur batu ini ditemukan juga potongan peninggalan berupa periuk, kendi, piring, gelang batu, kapak perunggu, manik-manik serta tulang hewan. Peti kubur batu ini terbuat dari batuan andesit yang berbentuk seperti sebuah trapesium.
Peti kubur batu ini semula terbenam di bawah tanah sebelum akhirnya dikeluarkan dan diletakkan di atas area terbuka Taman Purbakala Cipari. Penemuan peti kubur batu oleh Djati Kusuma inilah yang di laporkan ke Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional di Jakarta, dan kemudian dilakukan penggalian pada tahun 1972 dan 1975.
Di ujung kanan area terdapat Museum Taman Purbakala Cipari Kuningan. Sayang pintunya terkunci, dan tidak ada nomor telepon petugas yang bisa dihubungi. Di museum itu disimpan kapak batu, gelang batu dari batuan kalsedo dan kuarsa, kapak perunggu, gerabah utuh maupun potongannya, lumpang batu, batu obsdiaan, dan temuan lainnya.
Taman Purbakala Cipari Kuningan berada di kaki Gunung Ceremai dengan ketinggian 661 mdpl. Situs ini dibangun pada 1976 dan diresmikan pada 23 Februari 1978 oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu. Luas Taman Purbakala Cipari Kuningan mencapai 7.000 m2, dengan luas taman 2.500 m2 yang dikelilingi tembok batu setinggi 2 m.
DAFTAR SMU/MA KAB.KUNINGAN NO NAMA SEKOLAH ALAMAT LIHAT PROFIL KET 1 SMAN 1 KUNINGAN Alamat : Jl. Siliwangi 55 Kuningan 45511 Telp. (0232) 871594 klik disini 2 SMAN 2 KUNINGAN Alamat : JL.Aruji K 16 Kuningan 45511 Telp. (0232) 871063 klik disini 3 SMAN 3 KUNINGAN Alamat : Jl Siliwangi 13 kuningan 45511 Telp. (0232) 871066 klik disini 4 SMAN 1 CIGUGUR Alamat : Jl Sukamulya 12 Kuningan 45501 Telp. (0232) 873840 - 5 SMAN 1 KADUGEDE Alamat : Jl Raya Kadugede No.65 Kadugede 45561 Telp. (0232) 872816 klik disini 6 SMAN 1 LEBAKWANGI Alamat : Jl. Cinagara Lebakwangi Kuningan 45574 Telp. (0232) 8882382 klik disini 7 SMAN 1 SUBANG Alamat : Jl. H. Otto Iskandar 4 Subang Kuningan 45586 Telp. (0232) 876622 - 8 SMAN 1 JALAKSANA Alamat : Jl. Raya Padamenak Jalaksana 45554 Telp. (0232) 874407 klik disini 9 SMAN 1 MANDIRANCAN Alamat : Jl Siliwangi No. I A Mandirancan 45558 Telp. (0232) 613026 - 10 SMAN 1 CILIMUS Alamat : Jl Panawuan 221 Cilimus 45556 Telp. (0232) 613076 - 11 SMAN 1 GARAWANGI Alamat : Jl Raya Garawangi 34 Kuningan 45571 Telp. (0232) 874244 klik disini 12 SMUN 1 LURAGUNG Alamat : Jl Ry Luragung Kuningan 45581 Telp. (0232) 879931 klik disini 13 SMAN 1 CIAWI GEBANG Alamat : Jl Siliwangi No. 106 Ciawigebang 45591 Telp. (0232) 878326 klik disini 14 SMAN 1 CINIRU Alamat : Jl.Raya Hantara Ciniru 45565 Telp. (0232)876418 - 15 SMAN 1 CI DAHU Alamat : Jl. Kertawinangun No. 9 Cidahu 45595 Telp. (0232) 870212 - 16 MAN CIAWI GEBANG JL Aliyah 1 Ciawi gebang Kuningan Tlp 0232 876 368 klik disini 17 MAN CIGUGUR Jl.Mayasih cigugur Kuningan klik disini 18 MAN LURAGUNG Jl.Raya Luragung Kuningan no 1 dekat pom bensin klik disini DAFTAR SMK KAB.KUNINGAN NO NAMA SEKOLAH ALAMAT LIHAT PROFIL KET 1 SKMN 1 KUNINGAN Jl Sukamulya Cigugur Kuningan Jawa Barat klik disini 2 SMKN 2 KUNINGAN Jl Sukamulya No 77 Kuningan 45512 Jawa Barat klik disini 3 SMKN 3 KUNINGAN Jl Raya Cirendang Cigugur 0232 876833 fax: 8881723 Kuningan 45518 Jawa Barat klik disini 4 SMKN 4 KUNINGAN JL.Raya Ciledug Cikesik Kuningan klik disini 5 SMKN 5 KUNINGAN klik disini 6 SMKN 6 KUNINGAN Jl.Raya Sindang Kempeng Kec.Pancalang Kuningan Jawa Barat 45557 klik disini 7 SMK MUHAMMADIYAH 1 Jl.Pramuka Lembur sukun Kuningan klik disini 8 SMK MUHAMMADIYAH 2 Jl.Raya Cigugur No :28 Kuningan klik disini 9 SMK MUHAMMADIYAH 3 Jl.Raya Jalaksana no:188 Kuningan 45554 klik disini 10 SMK DARUL ULUM Jl Eyang Hasan Maulani Lengkong Garawangi Kuningan Jawa Barat - 11 SMK AUTO MATSUDA Jl.Raya Kutaraja Maleber no 192 Maleber Kuningan Jawa Barat klik disini 12 SMK JAGARA DARMA Jl.Raya Lingkar Darma Kuningan - 13 SMK PERTIWI Jl.Siliwangi NO 26A Kasturi Kuningan Jawa Barat klik disini 14 SMK BUDI BAKTI Jl.Cimalati Sukasari Mandirancan Kuningan Jawa Barat klik disini 15 SMK MODEL PATRIOT Jl Raya Ciawi Gebang Kuningan Jawa Barat klik disini 16 SMK YAMSIK Jl.Ir H Juanda No 93 Kuningan 45511 (0232) 871314 klik disini 17 SMK KARNAS Jl Raya Cierndang Cigugur Kuningan Jawa Barat - 18 SMK BAKTI HUSADA Jl.Pramuka No 65 Kuningan tlp (0232)8882040 klik disini 19 SMK BINA SWASTA Jl Pramuka no 16 Kuningan jawa barat klik disini - See more at: http://infosekolahlanjutan.blogspot.co.id/2013/03/daftar-sekolah-lanjutan-di-kabkuningan.html#sthash.iCfRPxId.dpuf

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
DAFTAR SMU/MA KAB.KUNINGAN NO NAMA SEKOLAH ALAMAT LIHAT PROFIL KET 1 SMAN 1 KUNINGAN Alamat : Jl. Siliwangi 55 Kuningan 45511 Telp. (0232) 871594 klik disini 2 SMAN 2 KUNINGAN Alamat : JL.Aruji K 16 Kuningan 45511 Telp. (0232) 871063 klik disini 3 SMAN 3 KUNINGAN Alamat : Jl Siliwangi 13 kuningan 45511 Telp. (0232) 871066 klik disini 4 SMAN 1 CIGUGUR Alamat : Jl Sukamulya 12 Kuningan 45501 Telp. (0232) 873840 - 5 SMAN 1 KADUGEDE Alamat : Jl Raya Kadugede No.65 Kadugede 45561 Telp. (0232) 872816 klik disini 6 SMAN 1 LEBAKWANGI Alamat : Jl. Cinagara Lebakwangi Kuningan 45574 Telp. (0232) 8882382 klik disini 7 SMAN 1 SUBANG Alamat : Jl. H. Otto Iskandar 4 Subang Kuningan 45586 Telp. (0232) 876622 - 8 SMAN 1 JALAKSANA Alamat : Jl. Raya Padamenak Jalaksana 45554 Telp. (0232) 874407 klik disini 9 SMAN 1 MANDIRANCAN Alamat : Jl Siliwangi No. I A Mandirancan 45558 Telp. (0232) 613026 - 10 SMAN 1 CILIMUS Alamat : Jl Panawuan 221 Cilimus 45556 Telp. (0232) 613076 - 11 SMAN 1 GARAWANGI Alamat : Jl Raya Garawangi 34 Kuningan 45571 Telp. (0232) 874244 klik disini 12 SMUN 1 LURAGUNG Alamat : Jl Ry Luragung Kuningan 45581 Telp. (0232) 879931 klik disini 13 SMAN 1 CIAWI GEBANG Alamat : Jl Siliwangi No. 106 Ciawigebang 45591 Telp. (0232) 878326 klik disini 14 SMAN 1 CINIRU Alamat : Jl.Raya Hantara Ciniru 45565 Telp. (0232)876418 - 15 SMAN 1 CI DAHU Alamat : Jl. Kertawinangun No. 9 Cidahu 45595 Telp. (0232) 870212 - 16 MAN CIAWI GEBANG JL Aliyah 1 Ciawi gebang Kuningan Tlp 0232 876 368 klik disini 17 MAN CIGUGUR Jl.Mayasih cigugur Kuningan klik disini 18 MAN LURAGUNG Jl.Raya Luragung Kuningan no 1 dekat pom bensin klik disini DAFTAR SMK KAB.KUNINGAN NO NAMA SEKOLAH ALAMAT LIHAT PROFIL KET 1 SKMN 1 KUNINGAN Jl Sukamulya Cigugur Kuningan Jawa Barat klik disini 2 SMKN 2 KUNINGAN Jl Sukamulya No 77 Kuningan 45512 Jawa Barat klik disini 3 SMKN 3 KUNINGAN Jl Raya Cirendang Cigugur 0232 876833 fax: 8881723 Kuningan 45518 Jawa Barat klik disini 4 SMKN 4 KUNINGAN JL.Raya Ciledug Cikesik Kuningan klik disini 5 SMKN 5 KUNINGAN klik disini 6 SMKN 6 KUNINGAN Jl.Raya Sindang Kempeng Kec.Pancalang Kuningan Jawa Barat 45557 klik disini 7 SMK MUHAMMADIYAH 1 Jl.Pramuka Lembur sukun Kuningan klik disini 8 SMK MUHAMMADIYAH 2 Jl.Raya Cigugur No :28 Kuningan klik disini 9 SMK MUHAMMADIYAH 3 Jl.Raya Jalaksana no:188 Kuningan 45554 klik disini 10 SMK DARUL ULUM Jl Eyang Hasan Maulani Lengkong Garawangi Kuningan Jawa Barat - 11 SMK AUTO MATSUDA Jl.Raya Kutaraja Maleber no 192 Maleber Kuningan Jawa Barat klik disini 12 SMK JAGARA DARMA Jl.Raya Lingkar Darma Kuningan - 13 SMK PERTIWI Jl.Siliwangi NO 26A Kasturi Kuningan Jawa Barat klik disini 14 SMK BUDI BAKTI Jl.Cimalati Sukasari Mandirancan Kuningan Jawa Barat klik disini 15 SMK MODEL PATRIOT Jl Raya Ciawi Gebang Kuningan Jawa Barat klik disini 16 SMK YAMSIK Jl.Ir H Juanda No 93 Kuningan 45511 (0232) 871314 klik disini 17 SMK KARNAS Jl Raya Cierndang Cigugur Kuningan Jawa Barat - 18 SMK BAKTI HUSADA Jl.Pramuka No 65 Kuningan tlp (0232)8882040 klik disini 19 SMK BINA SWASTA Jl Pramuka no 16 Kuningan jawa barat klik disini - See more at: http://infosekolahlanjutan.blogspot.co.id/2013/03/daftar-sekolah-lanjutan-di-kabkuningan.html#sthash.iCfRPxId.dpuf

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Jumat, 26 Februari 2016

wisata curug bangkong

Curug Bangkong

Di balik keindahannya, Curug Bangkong memang penuh misteri bagaimana tidak? Dari asal muasalnya saja sudah mengundang misteri. Eh, ternyata banyak juga yang beranggapan bahwa air terjun ini tempat yang seram alias angker. Hal ini bermula dari anggapan orang-orang di masa lalu yang mengaitkannya dengan peristiwa ditemukannya orang mati di sana. 
Curug Bangkong
sumber foto:www.lampriangan.wordpress.com

Mereka menganggap kematian itu sebagai tumbal keangkeran Curug yang terletak di Desa Kertawirama Kecamatan Nusaherang, Kuningan ini. Peristiwa itu sendiri terjadinya sudah sangat lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Ya di sekitar tahun 1944, saat itu ada seorang pemuda bernama Yoyo entah kenapa tewas di Curug Bangkong dan jasadnya tak pernah ditemukan sampai sekarang. 
Nah, imbas dari tewasnya Yoyo itulah akhirnya para pengunjung Curug Bangkong dilarang mandi. Selang puluhn tahun kemudian di  tahun 2002, juga ada  pemuda yang meregang nyawa disana.  Adalah Tatang (18), seorang pemuda mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di sekitar curug. Dua kejadian ini membekas di dalam benak masyarakat, dan kemudian menganggap air terjun itu sebagai tempat yang angker. 
Di tahun tahun 1970 pernah terjadi peristiwa aneh, saat itu masyarakat melihat cahaya terang benderang yang melayang-layang di sekitar areal Curug Bangkong. Cahaya itu lantas mendarat dan menghilang di sebuah makam keramat yang ada di sana yang ternyata itu adalah Makam Pangeran Arya Salingsingan
Makam itu merupakan makam seorang panglima Kerajaan Talaga, yang dipercaya sebagai salah satu penyiar syiar Islam di daerah Kuningan Barat. Beliau adalah seorang utusan Sunan Gunung Jati. Akan halnya lubang misterius yang ada di balik Curug Bangkong. Seorang Spiritualis Tatar Sunda pernah bilang adanya sebuah lubang setinggi 1 meter dengan lebar 0,8 meter. Letaknya persis di belakang sebelah kiri curug itu. 
Dan konon pula panjang gua itu hampi 1 Km (tepatnya 800 m). Sesepuh desa mengatakan ujung lubang itu tembus sampai ke Gunung Embun. Terbukti bila debit air mencapai 5 meter kubik atau lebih, maka embun akan keluar dari lubang-lubang yang ada di sana. 
Di tahun 1950-an, pernah ada orang yang penasaran akan ke dalaman lubang ini. Sebagai uji coba, dimasukkanlah seekor anjing yang diikat tali ke dalam lubang. Setelah sekian lama di tunggu, tali kemudian ditarik. Ternyata anjing itu menghilang dan yang kembali cuma ikatan tali di leher si anjing tadi. Menurut cerita dari mulut-ke mulut, konon anjing itu dimakan ular sanca kembang yang panjangnya mencapai 15 meter dan badannya sebesar paha orang dewasa.

Gua Maria Sawer Rahmat-Ziarah Santa Maria

Gua Maria Sawer Rahmat di Desa Cisantana - KUNINGAN

GUA MARIA SAWER RAHMAT  terdapat di Sebuah desa di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat bernama Desa Cisantana. Cisantana terletak di lereng sebelah timur kaki Gunung Ciremai pada ketinggian lebih kurang 700 meter dari permukaan laut. Daerah tersebut merupakan wilayah pertanian dengan suhu udara yang cukup dingin. Menurut catatan di gereja Cisantana, umat Katolik di daerah ini berjumlah lebih kurang 1200 orang yang sebagian besar hidup dari pertanian dan beternak sapi perah

Gua Maria Sawer Rahmat yang konon dibangun atas inisiatif penduduk setempat, terletak di sebuah bukit yang bernama Bukit Totombok, sebelah barat Desa Cisantana. Gua Maria Sawer Rahmat kini seakan-akan telah menjadi tempat keramat dan seringkali menjadi tempat prosesi keagamaan. Peresmian Gua Maria Sawer Rahmat ini dilakukan pada tanggal 21 Juli 1990 oleh Kardinal Tomko
Untuk mencapai bukit tempat gua itu, sebenarnya tidak terlalu jauh dengan berjalan kaki dari desa di bawahnya. Umat Katolik menyebut perjalanan menuju gua itu sebagai "prosesi jalan salib," dan karena itu waktu tempuh memang terasa cukup lama. Mereka harus berhenti pada setiap tempat pemujaan di sepanjang jalan itu untuk memanjatkan doa sebelum sampai ke Gua Maria. Perjalanan sambil mengucapkan doa itu dilakukan untuk mengingatkan umat Katolik (atau Kristen pada umumnya) tentang perjalanan Yesus Kristus memanggul salib menuju Bukit Golgota atau Bukit Kalvari.
Di sekitar Gua Maria Sawer Rahmat terdapat sebuah taman indah yang dibentuk untuk menggambarkan Taman Getsemani, yang menurut kitab suci Kristen, di situlah Yesus Kristus ditangkap untuk diadili sebelum disalibkan. Taman ini berada pada tempat yang datar. Di tempat ini pula terdapat sebuah ruangan sederhana untuk misa atau pembukaan jalan salib. Semua tempat terbuka, kecuali altar. Dijalan menuju Gua Maria itu, tidak ada tempat untuk berteduh, tetapi rimbunnya pohon dan semak di kiri dan kanan jalan, cukup membuat suasana teduh. Pada musim hujan, para pengunjung dapat melihat dan menikmati indahnya bunga-bunga hutan bermekaran, suasana alami dan menarik.
Jalan salib di sini terdapat 16 tempat perhentian. Tiap-tiap perhentian mengisahkan riwayat Yesus, mulai dari ketika Dia dijatuhi hukuman hingga ia dimakamkan. Pada tiap perhentian itu pula dibangun altar yang digunakan umat untuk berdoa dan menyalakan lilin. Pada perhentian kedua belas, terdapat salib besar. Letaknya di Bukit Totombok yang merupakan lambang ketika Yesus wafat di kayu salib. Salib ini juga merupakan tanda menancap dan mengakarnya iman umat Katolik di tatar Sunda. Setelah melalui 14 perhentian, tibalah umat di Gua Maria Sawer Rahmat. Patung Bunda Maria berdiri tegak dan anggun pada sebuah gua yang di bawahnya mengalir air yang jernih. Air ini berasal dari sebuah curug (air terjun). Curug tersebut berada di kaki sebelah selatan bukit dan penduduk mengenalnya dengan Curug Sawer (jatuhnya air seperti yang "disawerkan"). Itu sebabnya gua itu disebut Gua Maria Sawer Rahmat. Dalam perjalanan pulang, umat Katolik menuruni anak tangga yang terpisah dari perjalanan mendaki. Itu dimaksudkan agar umat yang telah selesai berdoa tidak mengganggu perjalanan ibadah peziarah yang baru datang.
Setiap malam Jumat Kliwon, atau Jumat Agung, di Gua Maria ini berlangsung acara Misa Suci. Pada upacara Jumat Agung itu, prosesi dimulai dengan upacara pembukaan di Taman Getsemani. Acara itu kemudian dilanjutkan dengan "kisah sengsara" melalui prosesi jalan salib. Lalu, penghormatan salib di salib besar di bukit itu, tabur bunga di makam Yesus dan upacara komuni di Gua Maria. Acara ini biasanya terbuka untuk umum.
Di suatu lokasi di tempat parkir terdapat sebuah pemakaman sederhana, sebagaimana pemakaman di desa-desa yang lain. Yang menarik adalah bentuk nisan yang bermacam-macam di makam-makam tersebut. Di pemakaman itu terdapat nisan berbentuk salib, sebagaimana ciri makam umat Kristen, dan nisan berbentuk pipih lonjong, sebagaimana ciri nisan pada makam umat Islam. Pemakaman ini merupakan campuran umat Katolik dan umat Islam. Karena terletak di Bukit Totombok, penduduk setempat lebih mengenal Gua Maria Sawer Rahmat dengan Gua Maria Totombok.
Menurut cerita rakyat, bukit itu diberi nama Totombok karena daerah itu hampir tidak pernah mendatangkan keberuntungan jika dijadikan areal persawahan. Dengan kata lain, Totombok adalah bukit yang selalu menombok. Namun, dari bukit inilah orang dapat memandang lepas kota Kuningan dan sekitarnya.

Rabu, 24 Februari 2016

nama-nama desa di kabupaten kuningan jawa barat

Nama – Nama Desa di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat

Seperti yang telah ditulis pada posting sebelumnya berjudul “Provinsi Dengan Jumlah Desa Terbanyak Se Indonesia” yang berdasarkan data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri pada Lampiran I Permendagri No. 39 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan yang ditetapkan tanggal 2 Februari 2015 oleh Menteri Dalam Negeri dari sumber Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri per semester I Bulan Juni Tahun 2014 diketahui bahwa Provinsi Jawa Barat menempati peringkat ke-5 dalam “Provinsi Dengan Jumlah Desa Terbanyak”. Berikutnya, pada psoting sebelumnya berjudul “Kabupaten/ Kota Dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Barat” diketahui bahwa Kabupaten Kuningan merupakan salah satu dari 18 kabupaten dan 9 kota di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Kuningan menempati peringkat ke-5 dalam “Kabupaten / Kota Dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Barat” dengan 361 desa dibawah Kabupaten Garut dengan 421 desa, Kabupaten Bogor dengan 417 desa, Kabupaten Cirebon dengan 412 desa, dan Kabupaten Sukabumi dengan 381 desa serta di atas Kabupaten Cianjur dengan 353 desa, Kabupaten Tasikmalaya dengan 351 desa, Kabupaten Majalengka dengan 330 desa, Kabupaten Indramayu dengan 309 desa, dan kabupaten/kota lainnya.
Kabupaten Kuningan terdiri dari 32 kecamatan, 361 desa dan 15 kelurahan. Di kabupaten ini, Kecamatan Ciawigebang merupakan kecamatan dengan jumlah desa terbanyak dengan 24 desa yang diikuti oleh Kecamatan Darma dengan 19 desa, Kecamatan Garawangi dengan 17 desa, Kecamatan Kramatmulya dengan 17 desa, Kecamatan Maleber dengan 16 desa, Kecamatan Luragung dengan 14 desa, Kecamatan Jalaksana dengan 14 desa, dan kecamatan lainnya.
1
Kecamatan Ciawigebang (24 desa)

1
Desa Ciawi Lor

2
Desa Ciawigebang

3
Desa Cigarukgak

4
Desa Cihaur

5
Desa Cihirup

6
Desa Cijagamulya

7
Desa Cikubangmulya

8
Desa Ciomas

9
Desa Ciputat

10
Desa Dukuhdalem

11
Desa Geresik

12
Desa Kadurama

13
Desa Kapandayan

14
Desa Karamatmulya

15
Desa Karangkamulyan

16
Desa Lebaksiuh

17
Desa Mekarjaya

18
Desa Padarama

19
Desa Pajawan Lor

20
Desa Pamijahan

21
Desa Pangkalan

22
Desa Sidaraja

23
Desa Sukadana

24
Desa Sukaraja
2
Kecamatan Cibeureum (8 desa)

1
Desa Cibeureum

2
Desa Cimara

3
Desa Kawungsari

4
Desa Randusari

5
Desa Sukadana

6
Desa Sukarapih

7
Desa Sumurwiru

8
Desa Tarikolot
3
Kecamatan Cibingbin (10 desa)

1
Desa Bantarpanjang

2
Desa Ciangir

3
Desa Cibingbin

4
Desa Cipondoh

5
Desa Cisaat

6
Desa Citenjo

7
Desa Dukuhbadag

8
Desa Sindangjawa

9
Desa Sukaharja

10
Desa Sukamaju
4
Kecamatan Cidahu (12 desa)

1
Desa Bunder

2
Desa Cibulan

3
Desa Cidahu

4
Desa Cieurih

5
Desa Cihideung Girang

6
Desa Cihideung Hilir

7
Desa Cikeusik

8
Desa Datar

9
Desa Jatimulya

10
Desa Kertawinangun

11
Desa Legok

12
Desa Nanggela
5
Kecamatan Cigandamekar (11 desa)

1
Desa Babakanjati

2
Desa Bunigeulis

3
Desa Cibuntu

4
Desa Indapatra

5
Desa Jambugeulis

6
Desa Karangmuncang

7
Desa Koreak

8
Desa Panawuan

9
Desa Sangkanhurip

10
Desa Sangkanmulya

11
Desa Timbang
6
Kecamatan Cigugur (5 desa & 5 kelurahan)

1
Desa Babakanmulya

2
Desa Cileuleuy

3
Desa Cisantana

4
Desa Gunungkeling

5
Desa Puncak

6
Kelurahan Cigadung

7
Kelurahan Cigugur

8
Kelurahan Cipari

9
Kelurahan Sukamulya

10
Kelurahan Winduherang
7
Kecamatan Cilebak (7 desa)

1
Desa Bungurberes

2
Desa Cilebak

3
Desa Cilimusari

4
Desa Jalatrang

5
Desa Legokherang

6
Desa Madapajaya

7
Desa Patala
8
Kecamatan Cilimus (13 desa)

1
Desa Bandorasa Kulon

2
Desa Bandorasa Wetan

3
Desa Bojong

4
Desa Caracas

5
Desa Cibeureum

6
Desa Cilimus

7
Desa Kaliaren

8
Desa Linggaindah

9
Desa Linggamekar

10
Desa Linggarjati

11
Desa Linggasana

12
Desa Sampora

13
Desa Setianegara
9
Kecamatan Cimahi (12 desa)

1
Desa Benda

2
Desa Cikaduwetan

3
Desa Cikeusal

4
Desa Cileuya

5
Desa Cimahi

6
Desa Cimulya

7
Desa Gunungsari

8
Desa Kananga

9
Desa Margamukti

10
Desa Mekarjaya

11
Desa Mulyajaya

12
Desa Sukajaya
10
Kecamatan Ciniru (9 desa)

1
Desa Cijeumit

2
Desa Ciniru

3
Desa Cipedes

4
Desa Gunungmanik

5
Desa Longkewang

6
Desa Mungkaldatar

7
Desa Pamupukan

8
Desa Pinara

9
Desa Rambatan
11
Kecamatan Cipicung (10 desa)

1
Desa Cimaranten

2
Desa Cipicung

3
Desa Karoya

4
Desa Mekarsari

5
Desa Muncangela

6
Desa Pamulihan

7
Desa Salareuma

8
Desa Suganangan

9
Desa Sukamukti

10
Desa Susukan
12
Kecamatan Ciwaru (12 desa)

1
Desa Andamui

2
Desa Baok

3
Desa Cilayung

4
Desa Citikur

5
Desa Citundun

6
Desa Ciwaru

7
Desa Garajati

8
Desa Karangbaru

9
Desa Lebakherang

10
Desa Linggajaya

11
Desa Sagaranten

12
Desa Sumberjaya
13
Kecamatan Darma (19 desa)

1
Desa Bakom

2
Desa Cageur

3
Desa Cikupa

4
Desa Cimenga

5
Desa Cipasung

6
Desa Darma

7
Desa Gunungsirah

8
Desa Jagara

9
Desa Karanganyar

10
Desa Karangsari

11
Desa Kawah Manuk

12
Desa Paninggaran

13
Desa Parung

14
Desa Sagarahiyang

15
Desa Sakerta Barat

16
Desa Sakerta Timur

17
Desa Situsari

18
Desa Sukarasa

19
Desa Tugumulya
14
Kecamatan Garawangi (17 desa)

1
Desa Cikananga

2
Desa Cirukem

3
Desa Citiusari

4
Desa Garawangi

5
Desa Gewok

6
Desa Kadatuan

7
Desa Karamatwangi

8
Desa Kutakembaran

9
Desa Lengkong

10
Desa Mancagar

11
Desa Mekarmulya

12
Desa Pakembangan

13
Desa Purwasari

14
Desa Sukaimut

15
Desa Sukamulya

16
Desa Tambakbaya

17
Desa Tembong
15
Kecamatan Hantara (8 desa)

1
Desa Bunigeulis

2
Desa Cikondang

3
Desa Citapen

4
Desa Hantara

5
Desa Pakapasan Girang

6
Desa Pakapasan Hilir

7
Desa Pasiragung

8
Desa Tundagan
16
Kecamatan Jalaksana (14 desa)

1
Desa Babakanmulya

2
Desa Ciniru

3
Desa Jalaksana

4
Desa Manis Kidul

5
Desa Manis Lor

6
Desa Padamenak

7
Desa Peusing

8
Desa Sadamantra

9
Desa Sangkanerang

10
Desa Sayana

11
Desa Sembawa

12
Desa Sidamulya

13
Desa Sindangbarang

14
Desa Sukamukti
17
Kecamatan Japara (10 desa)

1
Desa Cengal

2
Desa Cikeleng

3
Desa Citapen

4
Desa Dukuhdalem

5
Desa Garatengah

6
Desa Japara

7
Desa Kalimati

8
Desa Rajadanu

9
Desa Singkup

10
Desa Wano
18
Kecamatan Kadugede (12 desa)

1
Desa Babatan

2
Desa Bayuning

3
Desa Ciherang

4
Desa Ciketak

5
Desa Cipondok

6
Desa Cisukadana

7
Desa Kadugede

8
Desa Margabakti

9
Desa Nangka

10
Desa Sindangjawa

11
Desa Tinggar

12
Desa Windujanten
19
Kecamatan Kalimanggis (6 desa)

1
Desa Cipancur

2
Desa Kalimanggis Kulon

3
Desa Kalimanggis Wetan

4
Desa Kertawana

5
Desa Kertawinangun

6
Desa Wanasaraya
20
Kecamatan Karang Kancana (9 desa)

1
Desa Cihanjaro

2
Desa Jabranti

3
Desa Kaduagung

4
Desa Karangkancana

5
Desa Margacina

6
Desa Segong

7
Desa Simpayjaya

8
Desa Sukasari

9
Desa Tanjungkerta
21
Kecamatan Kramatmulya (17 desa)

1
Desa Bojong

2
Desa Cibentang

3
Desa Cikaso

4
Desa Cikubangsari

5
Desa Cilaja

6
Desa Cilowa

7
Desa Gandasoli

8
Desa Gereba

9
Desa Kalapagunung

10
Desa Karangmangu

11
Desa Kasturi

12
Desa Kramatmulya

13
Desa Nanggerang

14
Desa Padarek

15
Desa Pajambon

16
Desa Ragawacana

17
Desa Widarasari
22
Kecamatan Kuningan (10 desa & 10 kelurahan)

1
Desa Ancaran

2
Desa Cibinuang

3
Desa Karangtawang

4
Desa Kedungarum

5
Kelurahan Awirarangan

6
Kelurahan Cigintung

7
Kelurahan Cijoho

8
Kelurahan Ciporang

9
Kelurahan Cirendang

10
Kelurahan Citangtu

11
Kelurahan Kuningan

12
Kelurahan Purwawinangun

13
Kelurahan Winduhaji

14
Kelurahan Windusengkahan
23
Kecamatan Lebakwangi (13 desa)

1
Desa Bendungan

2
Desa Cinagara

3
Desa Cineumbeuy

4
Desa Cipeutir

5
Desa Langseb

6
Desa Lebakwangi

7
Desa Mancagar

8
Desa Manggari

9
Desa Mekarwangi

10
Desa Pagundan

11
Desa Pajawankidul

12
Desa Pasayangan

13
Desa Sindang
24
Kecamatan Luragung (14 desa)

1
Desa Cigedang

2
Desa Cikandang

3
Desa Cirahayu

4
Desa Dukuhmaja

5
Desa Dukuhpicung

6
Desa Gunungkarung

7
Desa Luragung Landeuh

8
Desa Luragung Tonggoh

9
Desa Margasari

10
Desa Panyosogan

11
Desa Sindangsari

12
Desa Sindangsuka

13
Desa Walaharcageur

14
Desa Wilanagara
25
Kecamatan Maleber (16 desa)

1
Desa Buniasih

2
Desa Cikahuripan

3
Desa Cipakem

4
Desa Ciporang

5
Desa Dukuhtengah

6
Desa Galaherang

7
Desa Garahaji

8
Desa Giriwaringin

9
Desa Karangtengah

10
Desa Kutamandarakan

11
Desa Kutaraja

12
Desa Maleber

13
Desa Mandalajaya

14
Desa Mekarsari

15
Desa Padamulya

16
Desa Parakan
26
Kecamatan Mandirancan (12 desa)

1
Desa Cirea

2
Desa Kertawinangun

3
Desa Mandirancan

4
Desa Naggela

5
Desa Nanggerangjaya

6
Desa Pakembangan

7
Desa Randobawa Girang

8
Desa Randobawa Ilir

9
Desa Salakadomas

10
Desa Seda

11
Desa Sukasari

12
Desa Trijaya
27
Kecamatan Nusaherang (8 desa)

1
Desa Ciasih

2
Desa Cikadu

3
Desa Haurkuning

4
Desa Jambar

5
Desa Kertawirama

6
Desa Kertayuga

7
Desa Nusaherang

8
Desa Windusari
28
Kecamatan Pancalang (13 desa)

1
Desa Danalampah

2
Desa Kahiyangan

3
Desa Mekarjaya

4
Desa Pancalang

5
Desa Patalagan

6
Desa Rajawetan

7
Desa Sarewu

8
Desa Silebu

9
Desa Sindangkempeng

10
Desa Sumbakeling

11
Desa Tajurbuntu

12
Desa Tarikolot

13
Desa Tenjolayar
29
Kecamatan Pasawahan (10 desa)

1
Desa Cibuntu

2
Desa Cidahu

3
Desa Cimara

4
Desa Ciwiru

5
Desa Kaduela

6
Desa Padabeunghar

7
Desa Padamatang

8
Desa Paniis

9
Desa Pasawahan

10
Desa Singkup
30
Kecamatan Selajambe (7 desa)

1
Desa Bagawat

2
Desa Cantilan

3
Desa Ciberung

4
Desa Jamberama

5
Desa Kutawaringin

6
Desa Padahurip

7
Desa Selajambe
31
Kecamatan Sindang Agung (12 desa)

1
Desa Babakanreuma

2
Desa Balong

3
Desa Dukuh Lor

4
Desa Kaduagung

5
Desa Kertaungaran

6
Desa Kertawangunan

7
Desa Kertayasa

8
Desa Mekarmukti

9
Desa Sindangagung

10
Desa Sindangsari

11
Desa Taraju

12
Desa Tirtawangunan
32
Kecamatan Subang (7 desa)

1
Desa Bangunjaya

2
Desa Gunungaci

3
Desa Jatisari

4
Desa Pamulihan

5
Desa Situgede

6
Desa Subang

7
Desa Tangkolo